
Atok tidak suka kepada Toro.sebab ia selalu berpura – pura.Ia selalu rajin membantu ibu Tinah bekerja.Huh,supaya dilihat mama,tuh.supaya mama menganggapnya anak yg rajin.
Mama lalu akan berkata padanya,’lihat Toro!Ia rajin.Ia j
uga tidak pernah minta dibelika macam-macam seperti kamu.Padahal Toro juga anak tunggal.”
Huh,terang saja.Toro kan anak seorang pembantu.Mana pantas ia bermalas-malasan.Mana antas ia dibelika sepeda seperti dia.Sedangkan Papa adalah pedagang besar.Aku adalah anak satu-satunya Mama dan Papa.
Atok semakin benci kepada Toro ketika Mama memasukan Toro ke sekolahnya.Apalagi ketika hasil ulangan Toro ternyata lebih bagus daripada Atok.
Atok kemudian minta kepada mama agar Toro dipindahkan ke sekolah lain. Tetapi mama menolak kata mama, dia sengaja memasukan Toro ke sekolah Atok agar mereka dapat berangkat sekolah dan belajar bersama. Ah, mama , masa dia harus belajar dengan anak seorang pembantu. Sudah miskin banyak tingkah lagi! Atok menjadi sangat kesal.
Di sekolah Atok tidak pernah berbicara kepada Toro. Dia malu kalau teman-teman tahu anak pembantunya ternyata lebih pintar darinya.
Dirumah ia juga pernah menegur Toro. Kalau Toro menyapanya, ia hanya mendengus. Tentu saja kalau tidak ada mama dan papa Toro tidak berani menonton TV kalau ada Atok. Sebab Atok akan melototinya. Kalau sudah begitu Toro akan kiembali ke belakang. Ke kamarnya. Mengerjakan PR atau mengulang pelajaran.
Suatu hari Bu Tinah sakit.jadi Toro yang menggantikan tugasnya.Membantu Mama di dapur dan menyediakan makanan.Atok hanya memperhatikannya sambil tersenyum-senyum.
Ketika Toro datang sambil membawa mangkuk sayur,Atok pura – pura tidak melihatnya.Tetapi ketika Toro sudah dekat.Atok menjulurkan kakinya hingga Toro jatuh dan bajunya basah oleh kuah sayur.Atok cepat – cepat menolong Toro bangun dan pura- pura minta maap ketika menyuruhnya.

